Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

Taukah Kalian,seberapa banyak jumlah air di bumi?

Jika Bumi adalah kita asumsikan seukuran bola basket, maka jumlah air yang ada di bumi bisa dimasukkan ke dalam bola ping pong.

Seberapa banyak air itu? Sekitar 326 juta mil kubik (1332000000 kilometer kubik), berdasarkan penelitian terbaru dari US Geological Survey. Sekitar 72 persen Bumi tertutup air, tetapi 97 persen darinya adalah air laut asindan tidak cocok untuk diminum.

"Tidak banyak air di Bumi sama sekali," kata David Gallo, seorang ahli kelautan di Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) di Massachusetts.

Samudra membuat lapisan air yang membentang 15.000 mil (24.000 kilometer) di seluruh planet pada kedalaman rata-rata lebih dari 2 mil (3.2 km). Jika Anda menuangkan semua air di dunia di Amerika Serikat dan bisa dibendung, Anda akan membuat sebuah danau sedalam 90 mil (145 km).

Hal ini tampaknya, banyak air, Gallo mengatakan kepada Life's Little Misteri, tetapi tidak sama sekali!

Jika Bumi apel, Gallo mengatakan, lapisan air akan lebih tipis dibandingkan kulit buah.

Air tawar bumi sangatlah langka.

"Untuk umat manusia untuk berkembang, atau bahkan untuk eksis, kita harus menuangkan sedikit air tawar tersebut di tempat yang tepat, pada saat yang tepat dan hanya dalam jumlah yang tepat," ujar Gallo.

Berikut adalah jumlah air tawar bumi tersebar di seluruh dunia:

* 70 persen dari air tawar terkunci di dalam lapisan es
* Kurang dari 1 persen dari air tawar dunia dapat diakses
* 6 negara (Brasil, Rusia, Kanada, Indonesia, Cina dan Kolombia) memiliki 50 persen dari cadangan air tawar dunia
* Sepertiga dari penduduk dunia hidup dalam negara "kekurangan air". Negara-negara berlabel sedang hingga kekurangan yang tinggi mengkonsumsi air 20 persen lebih dari pasokan yang tersedia.

Ada lebih banyak air tawar yang tersimpan di tanah daripada ada dalam bentuk cair di permukaan, menurut USGS.

Sabtu, 19 Mei 2012

Perang Galaksi di Centaurus A


Foto di bawah ini menampilkan Centaurus A, ‘galaksi radio’ terdekat dengan Bumi, yang saling memakan satu sama lain.

Perang galaksi: Tarik menarik antara dua sistem



Pakar astronomi kini memperkirakan bahwa Centaurus A terbentuk karena penggabungan dua galaksi berbeda -- dan foto terbaru ini mendukung teori tersebut. Jejak debu dalam foto yang baru dirilis ini diperkirakan adalah sisa-sisa galaksi spiral yang terkoyak-koyak oleh galaksi eliptis raksasa.

Fenomena ini akan terus terlihat di langit kita dan butuh ratusan juta tahun lagi sebelum 'perebutan galaksi' ini benar-benar menghilang.

Centaurus A terletak sekitar 12 juta tahun cahaya dari Bumi. Ia memiliki pusat lubang hitam dengan massa 100 juta kali lebih besar dari Matahari. Ahli astronomi percaya bahwa lubang hitam inilah yang memproduksi frekuensi radio luar biasa besarnya, sekaligus menghasilkan nukleus yang bercahaya dan fitur-fitur jet.

Lokasi sistem Centaurus A yang 'tidak biasa'


Teleskop Observatorium Eropa Selatan di Chile menangkap gambar galaksi ini selama 50 jam. Citra-citra yang mereka dapatkan menampilkan detail mengagumkan dari sistem yang sudah dipelajari secara mendalam tersebut.

"Centaurus A ini menarik karena ia adalah galaksi radio terdekat dengan kita, sehingga lebih mudah untuk dipelajari," kata juru bicara Observatorium Eropa Selatan Richard Hook kepada Yahoo! News. "Ada semacam jejak debu di sekitar pusatnya, yang sebenarnya merupakan satu galaksi tersedot oleh galaksi lain."

"Citra ini sebenarnya punya pencahayaan yang sangat panjang, artinya menunjukkan struktur yang cukup halus. Ini adalah foto terbaik dari sistem Centaurus A yang pernah kami ambil," dia menambahkan.

Centaurus A mendapat nama tersebut karena ia adalah sumber gelombang radio pertama yang ditemukan di konstelasi Centaurus pada 1950an. Centaurus pertama ditemukan oleh astronom Inggris James Dunlop di observatorium Parramatta di Australia, pada 4 Agustus 1826.

Jumat, 13 April 2012

Lubang Hitam (Black Hole)


Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.
Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama "Lubang Hitam" sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.
Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya.

Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

Sabtu, 31 Maret 2012

Keadaan Bumi Kita Sekarang



Saat ini bumi kita semakin tidak bersahabat. Kita sering mengeluhkan bahwa pada siang hari matahari terasa begitu terik sedangkan malam hari terasa begitu dingin. Tidak salah jika kita merasa seperti itu. Karena data-data menunjukan bahwa bumi sudah mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan setiap tahunnya.
Hal ini menyebabkan lapisan ozon menipis dan sinar UV dari matahari tidak banyak tersaring lagi. Gunung es yang ada di kutub utara dan selatan pun sedikit demi sedikit mencair sehingga menyebabkan banyak bencana alam yang sekarang ini semakin lazim terjadi.
Apa yang menyebabkan semua ini? Mengapa lapisan ozon menipis? Inilah yang biasa kita sebut sebagai Global Warming atau pemanasan global. Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup.
Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32 derajat Celcius.

Dampak Pemanasan Global
Sejak kira-kira tiga puluh tahun yang lalu, para ilmuwan sudah memberi peringatan pada dunia berkenaan dengan akibat buruk yang ditimbulkan oleh Global Warming atau pemanasan global, yang merupakan ancaman paling serius bagi umat manusia setelah perang dingin.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit. Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi:

> Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,
> Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
> Gangguan terhadap permukiman penduduk,
> Pengurangan produktivitas lahan pertanian,
> Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

Pemanasan global juga mengakibatkan perubahan iklim sehingga glacier di enam benua mulai mencair. Demikian juga lautan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, lapisan es di Greenland, juga gletser di puncak-puncak gunung mulai mencair. Ini mengakibatkan naiknya permukaan laut, badai yang menghancurkan muncul silih berganti, banjir dan longsor semakin sering terjadi. Kekeringan yang melanda pertanian bermunculan di mana-mana menyebabkan persediaan makanan dan air minum di dunia semakin menipis.
Penyakit tropis seperti malaria, demam dengue, dan demam kuning menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah dijangkiti. Bukan hanya itu, penyakit ini diketahui menjadi semakin ganas. Belum lagi meningkatnya jumlah manusia yang terserang penyakit seperti kanker kulit, kolera dan sebagainya yang belakangan ini semakin mewabah ke daerah yang lebih luas.
Selain itu, pemanasan laut menyebabkan rusaknya karang dan matinya kehidupan di situ. Diperkirakan dalam waktu 50 tahun ke depan, seluruh karang laut di dunia ini akan musnah akibat pemanasan laut dan polusi akibat kegiatan manusia.
Kerugian lain yang segera akan terjadi adalah semakin berkurangnya keaneka-ragaman hayati dan punahnya beberapa spesies satwa karena perubahan musim, siklus kehidupan, waktu migrasi yang terganggu, berkurangnya daerah jelajah dan berkurangnya persediaan makanan mereka.
Pemanasan global adalah masalah mendesak dan serius. Kita tidak perlu menunggu pemerintah untuk mencari solusi untuk masalah ini. Kita dapat membantu mengadopsi gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Ini satu-satunya cara masuk akal untuk menyelamatkan planet kita, sebelum terlambat. Kita bisa mulai dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan, menggunakan plastik dan kertas seperlunya, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, memperbanyak jalan kaki, dan masih banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan.
Masing-masing individu bertanggung jawab kepada Tuhan, individu lain, dan alam sekitar atas apa yang dilakukannya di muka bumi. Kita, sebagai manusia, sama-sama berkewajiban untuk memelihara lingkungan dan menjaga kelestariaannya. Maka, jangan tunggu hingga pemerintah merumuskan solusi untuk permasalahan pemanasan global. Mulailah dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan saat ini juga. Karena sedikit-banyak yang kita lakukan berpengaruh pada keberlangsungan bumi dan habitat lain. Kita bisa menjadi perusak ataupun menjadi penjaga alam ini. Ini adalah sebuah pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Mana yang Anda pilih?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More